Senin, 24 September 2018

TEMPO.CO, Serang - Kepolisian Daerah Banten melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus telah mengeluarkan pemberitahuan penyelidikan soal informasi potensi tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandegalng, Banten.

Pekan depan polisi akan melayangkan surat panggilan untuk peneliti tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko untuk dimintai keterangan.

Selain Widjo Kongko, Polda Banten juga akan memanggil BMKG dan akademisi dari perguruan tinggi. Polisi akan uji pernyataan analisis kajian ilmiah potensi tsunami 57 meter di Pandeglang dari pihak BPPT dengan BMKG dan akademisi.

Direktur Kriminal Khusus Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim, mengatakan, dikeluarkannya pemberitahuan penyelidikan atas informasi tsunami 57 meter di Kabupaten Pandeglang Banten, dengan alasan isu tersebut menimbulkan kekhawatiran di masyarakat di Banten khususnya, dan kekhawatiran akan investasi di Banten.

Sementara itu, kaitan dengan tindak pidana, Abdul Karim mengatakan kepolisian akan melihat informasinya, untuk melihat kesesuaiannya dengan fakta.

Menurut Abdul Karim informasi tsunami 57 meter di Pandeglang harus ada kejelasan putusan agar masyarakat tidak khawatir dan tidak mengganggu iklim investasi di Banten.

Menurut Abdul Karim kasus tersebut harus tuntas, walaupun dengan restoratif ataupun dengan penegakan hukum dan harus diluruskan, supaya tidak terjadi adanya kegaduhan akibat informasi tsunami di Pandeglang Banten hasil dari kajian ilmiah BPPT.

Sebelumnya kabar akan potensi tsunami 57 meter hanya dalam waktu 6 menit dari hasil kajian ilmiah yang dilakukan pihak BPPT akan melanda wilayah Pandeglang sampai ke Jakarta dan Jawa Barat. Hal ini menimbulkan kecemasan di masyarakat terutama di Pandeglang. Kabar tersebut juga berpengaruh terhadap sektor investasi yang ada di Pandeglang seperti Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.

Jurnalis Video: Darma Wijaya
Editor: Farah Chaerunniza