Sabtu, 21 Juli 2018

Segepok koin mata uang kuno Tiongkok jadi perhatian banyak orang. Puluhan koin yang masih menumpuk dan berbalut tanah liat tersebut tampak sudah kusam karena lama terpendam. Puluhan koin mata uang Tiongkok ini ditemukan di salah satu sisi situs gunung Penanggungan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Setelah diteliti, koin mata uang tersebut berasal dari zaman Dinasti Ming saat pemerintahan kaisar Yongle di awal abad 15 masehi. Koin mata uang ini diduga digunakan sebagai alat perdagangan antara pedagang Tiongkok dengan pribumi. Selain koin mata uang, benda purbakala yang juga jadi perhatian adalah terakota atau gerabah yang merupakan miniatur sebuah bangunan atau orang.

Koin mata uang Tiongkok dan terakota itu merupakan dua dari banyak benda purbakala temuan tim ekspedisi Universitas Surabaya (Ubaya). Benda-benda tersebut dipamerkan dalam peresmian Ubaya Penanggungan Center (UPC). UPC adalah lembaga milik Universitas Surabaya (Ubaya) yang bergerak di bidang informasi arkeologi khususnya situs gunung Penanggungan. UPC berada di kompleks Ubaya Training Canter (UTC) Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Mojokerto.

Rektor Ubaya, Joniarto Parung mengatakan, UPC diharapkan jadi pusat informasi arkeologi dan sejarah bagi masyarakat khususnya situs Gunung Penanggungan yang kaya dengan temuan arkeologi. Selain sebagai pusat informasi, UPC juga melakukan kajian atas temuan-temuan arkeologi di gunung Penanggungan.

Sementara itu, salah satu peneliti tim ekspedisi Ubaya, Hadi Sidomulyo, mengatakan sejak ekspedisi yang dilakukan tahun 2012 hingga sekarang sudah ditemukan lebih dari 100 situs. Peneliti berkebangsaan Inggris bernama asli Nigel Bullough itu berpendapat situs gunung Penanggungan layak jadi situs warisan dunia karena banyak dan beragamnya temuan cagar budaya.

Gunung Penanggungan merupakan gunung suci bagi penganut agama Budha dan Hindu. Di gunung ini banyak ditemukan tempat-tempat pemujaan seperti candi kecil, punden berundak, goa pertapaan, gapura, petirtaan, dan sebagainya. Situs tertua di Penanggungan adalah petirtaan Jolotundo yang berangka tahun 977 masehi atau abad ke-10.

Temuan mutakhir yang cukup fenomenal adalah jalur pendakian kuno dari tumpukan bebatuan pada 2016 lalu. Jalur atau jalan tersebut ada yang berbentuk melingkar mengitari badan gunung dan berbentuk zig zag menuju puncak gunung. Jalur pendakian itu diduga sengaja dibangun untuk mempermudah orang yang akan melakukan ritual di beberapa lokasi pemujaan baik di badan maupun puncak gunung.

Jurnalis Video: Ishomuddin
Editor: Ryan Maulana