Selasa, 23 Oktober 2018

TEMPO.CO, Madiun - Suasana duka menyelimuti penandatanganan prasasti untuk almarhum Mustofa, korban kecelakaan KA Sancaka dengan truk trailer. Dian Kartika Sari, istri masinis kereta relasi Yogyakarta – Surabaya itu menangis di depan foto suaminya yang dipasang dalam prasasti.

Prasasti itu merupakan wujud penghormatan PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) kepada Mustofa. Almarhum meninggal ketika menjalankan tugas. Kereta yang dimasinisi terlibat kecelakaan dengan truk trailer proyek double track di kilometer 250+8 antara Stasiun Kedungbanteng – Walikukun, Ngawi, Jumat, 6 April 2018.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan ppembuatan prasasti diharapkan menjadi pengingat atas insiden tersebut. Dengan begitu, personel perseroan terus meningkatkan kewaspadaan sehingga kecelakaan yang merenggut korban jiwa tidak terjadi lagi.

Selain kepada almarhum, penghargaan juga diberikan kepada Kapolres dan Komandan Kodim Ngawi, yang telah membantu evakuasi korban kecelakaan dan pengangkatan material kereta. Sementara itu, Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu, mengatakan kerja sama antara kepolisian dan KAI terus meningkat di kemudian hari. Apalagi, saat ini mendekati masa arus mudik dan balik Lebaran.

Jurnalis Video: Nofika Dian Nugroho
Editor: Farah Chaerunniza