Minggu, 23 September 2018

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemanfaatan dan pengolahan air hujan menjadi air yang layak dikonsumsi tubuh dilakukan Komunitas Banyu Bening di Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Air hujan yang telah ditampung tersebut diolah menggunakan alat elektolis yang dapat memisahkan antara air basa dan air asam.

Program Memanen Air Hujan oleh Komunitas Banyu Bening itu selain menghasilkan air untuk minum dan memasak, juga sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat sekitar.

Meski sampai saat ini sendiri banyak yang masih beranggapan air hujan tidak baik untuk tubuh, bagi Komunitas Banyu Bening air hujan justru bisa dimanfaatkan dan dikonsumsi. Bahkan Komunitas tersebut juga tak berhenti terus mengkampanyekan segi positif air hujan yang selama ini terbuang sia sia.
 
Pengolahan air hujan diawali dari masa panen air hujan, saat hujan turun, air hujan paling baik yakni sekitar 15 menit setelah turunnya hujan di mana polutan, seperti debu, logam, dan asap kendaraan dan pabrik sudah mengendap dan larut.

Air hujan yang ditampung kemudian diolah dengan alat elektrolisa yang memisahkan air dengan sifat basa ataupun air asam, yakni sistem setrum listrik dengan menggunakan titanium. Proses eletrolika sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam yang menghasilkan 1 liter air sudah siap minum dengan rasa lebih segar dan manis dari biasanya.

Penggagas Penggagas Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyu Ningsih, mengatakan Komunitas Banyu Bening berdiri sejak 2012 dan mulai memberikan edukasi terkait air hujan sejak tahun 2015 dengan mengubah mindset masyarakat bahwa air hujan sangat bermanfaat dan sayang jika terbuang begitu saja.

Salah seorang warga, Safrudin, yang memanfaatkan pengolahan air hujan tersebut, mengatakan bahwa dirinya selalu mengambil air satu kali dalam seminggu. "Selain memang digratiskan untuk masyarakat, dengan adanya air hujan yang layak dikonsumsi tersebut masyarakat juga sangat merasakan manfaatnya.

Program komunitas ini, selain memberikan pengetahuan pengolahan air hujan, juga mengajarkan masyarakat tentang pembuatan alat elektrolisa. Hal ini sebagai bentuk turut serta dalam menjaga lingkungan.

Jurnalis Video: Hand Wahyu
Editor: Zulfikar Epriyadi