Minggu, 22 Juli 2018

Anak-anak pengungsi Suriah di Lebanon telah mendapat kesempatan untuk menerima pendidikan di bawah bantuan Dana Darurat Anak Internasional PBB (UNICEF) dan kementerian pendidikan Lebanon. Perang yang berkelanjutan di Suriah telah mencabut hak sebagian besar anak-anak untuk menerima pendidikan.

Saat ini ada hampir 600.000 anak-anak pra-sekolah dan usia sekolah pengungsi Suriah di negara tetangga Libanon. Untuk membawa anak-anak ini kembali ke sekolah, UNICEF dan Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Lebanon pada awal tahun 2016 meluncurkan program pembelajaran yang dipercepat untuk anak-anak berusia antara 7 tahun  dan 17 tahun yang telah putus sekolah selama lebih dari dua tahun. Anak-anak akan terdaftar di sekolah umum di negara ini.

Di sebuah sekolah dasar negeri di Chiyah, di bagian barat ibukota Lebanon, Beirut, 400 anak-anak Suriah mengambil pelajaran bahasa dan kursus pembelajaran dasar lainnya sebelum mereka memenuhi syarat untuk mendaftar untuk pendidikan sekolah negeri formal.

UNICEF juga mengumpulkan sumbangan internasional untuk persediaan sekolah bagi anak-anak pengungsi, termasuk buku dan alat tulis. Cina pada tahun 2017 menyumbangkan satu juta dolar AS bantuan keuangan kepada UNICEF. Semua persediaan yang berasal dari sumbangan Cina telah dikirimkan kepada anak-anak. Menurut statistik UNICEF, hampir 220.000 anak-anak dan remaja Suriah telah dimasukkan dalam program pembelajaran akselerasi melalui komunitas lokal dan sekolah umum. Sekitar 60.000 anak telah terdaftar untuk pendidikan sekolah negeri formal. Namun, masih ada 40 persen dari anak-anak Pengungsi Suriah yang terdaftar dan remaja yang tersisa dari sekolah.

 

Video: Reuters/CCTV

Editor: Dwi Oktaviane

Musik Ilustrasi: Claudio The Worm - The Green Orbs  YouTube Audio Library