Puluhan perwakilan seniman di Provinsi Banten, memprotes Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, atas lomba baca Puisi berhadiah serbet yang digelar dihari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang.

Seniman menganggap hadiah serbet untuk juara dua lomba baca puisi terutama dinas Pendidikan tidak lagi menghargai karya puisi pesertanya. Aksi dilakukan perwakilan seniman Banten dengan membacakan puisi, dengan diiringi penampilan di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Dalam aksinya, para seniman Banten ini mengenakan kain serbet. Kain serbet sebagai simbol hadiah lomba juara dua baca puisi di peringatan Hardiknas. Serbet dibungkus dengan kotak nasi yang dikemas menjadai kado hadiah pemenang lomba baca puisi. Pemenang hadiah berupa ember serbet, Nauval mengatakan hadiah serbet merupakan penistaan terhadap karya puisi. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Banten Joko Waluyo mengatakan, hadiah serbet untuk lomba baca puisi dalam Perngatan Hardiknas adalah bentuk ketidaksengajaan, hadiah serbet itu spontanitas pihak panitia, namun dimaknai berbeda oleh pihak lain. Atas insiden tersebut, dijadikan pembelajaran penting bagi Dinas Pendidikan Provinsi Banten agar memperhatikan hal kecil termasuk berkaitan dengan karya seni.

 

Jurnalis Video: Darma Wijaya

Editor: Zulfikar Epriyadi