Pasca penyerangan oleh warga, Minggu, 13 Mei 2018, kondisi Mapolsek Bayah, Lebak Banten masih dijaga petugas kepolisan dari Brimob bersenjata lengkap dan Sabhara Polda Banten. Garis polisi juga masih terpasang di Mapolsek yang berada di Selatan Banten ini. Titik kerusakan akibat penyerangan terlihat hampir tersebar pada bangunan Mapolsek Bayah.

 

Penyerangan warga terhadap Mapolsek Bayah dipicu kesalahpahaman warga atas penangkapan Anwar dan Gugun, nelayan benur Lobster oleh dua oknum yang mengaku polisi, mereka membawa senjata api berpakaian preman dengan mengendarai minibus. Oknum tersebut menabrak warga hingga dilarikan ke rumah sakit.

 

Salah satu nelayan yang mengaku diamankan dan dimasukan ke dalam mini bus oknum berpakaian preman bersenjata api, ditodong dengan senjata api laras pendek saat sedang menunggu barang benur. Saat dalam perjalanan Gugun diturunkan di tengah jalan.

 

Saat penangkapan terhadap dirinya, oknum tersebut juga menginstruksikan kepada rekanya untuk menabrak sejumlah warga yang saat itu berusaha menghalang – halangi penangkapan.

 

Polisi sendiri masih melakukan pendalaman terhadap oknum berpakaian preman yang melakukan penangkapan dengan senjata api. Kepolisian Daerah Banten sendiri sudah memastikan tidak ada penangkapan yang dilakukan oleh anggota Polsek Bayah terhadap nelayan benur.

 

Jurnalis video: Darma Wijaya

Editor: Ryan Maulana