Selasa, 23 Oktober 2018

TEMPO.CO, Jakarta - Pendudukan Gedung DPR/MPR: peristiwa monumental dalam tuntutan reformasi dan pelengseran Soeharto dari tampuk kekuasaan presiden. Dalam peristiwa ini, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus bergabung menduduki gedung DPR/MPR untuk mendesak Soeharto mundur, pertengahan Mei 1998. Aksi ini dilakukan setelah terjadinya penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998, yang membuat seluruh lapisan masyarakat Indonesia berduka dan marah. Tragedi ini diikuti dengan peristiwa anarkistis di Jakarta dan di beberapa kota lainnya pada tanggal 13—14 Mei 1998, berupa amuk massa yang disertai dengan pembakaran, penjarahan, dan pemerkosaan terhadap etnis Tionghoa, yang menimbulkan banyak korban baik jiwa maupun material.

Pada tanggal 21 Mei 1998, setelah berhari-hari para mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR, dan setelah kurang lebih 32 tahun berkuasa, Soeharto mengumumkan berhenti dari jabatan presiden.

Jurnalis Video: Maria Fransisca Lahur
Reporter: Caesar Akbar
Sumber Naskah: Wikipedia
Stok Foto: Rully Kesuma, Bodhi Chandra (TEMPO, D&R)
Editor: Ngarto Februana

Simak juga:

Kesaksian Ketua Sema 98 tentang Tragedi Trisakti
Kerusuhan Mei 98, Massif dan Sistematis
Kesaksian Relawan 98, 2 Mahasiswi Trisakti Diperkosa di Kijang
Kesaksian Relawan, Begini Ciri Pemerkosa di Kerusuhan Mei 98
Kisah Para Penyintas Korban Pemerkosaan Mei 98
Fransiska, 11 Tahun, Korban Pemerkosaan di Kerusuhan Mei 98
Kerusuhan Mei 1998, Ita Martadinata Diperkosa, Dibunuh Menjelang Pergi ke PBB untuk Bersaksi Rusuh Mei 98, Teror Bidik Relawan dan Korban Pemerkosaan