TEMPO.CO, Jakarta - Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak tiba di markas Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) setelah dipanggil untuk menjelaskan transfer 106 juta dolar AS ke rekening banknya dari dana negara. Menurut komisaris utama MACC Datuk Seri Mohd Shukri Abdull, Razak datang untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Penyelidikan sebelumnya dalam kasus itu terpaksa berhenti karena intervensi dari beberapa oknum pejabat. Skandal ini terungkap pada tahun 2015, tetapi Najib membantah semua tuduhan. Pada bulan Mei, pemimpin baru Malaysia Mahathir Mohamad membuka kembali penyelidikan setelah dia menjabat.

 

 

Video: Reuters/CCTV
Editor: Ridian Eka Saputra