TEMPO.CO, Bandung : Munculnya kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu melalui dinding dengan seni grafiti.Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai.Febby S. Tri Nugraha, salah satu kru GIMS (Game Imagination Society) mengatakan, terdapat perbedaan seni grafiti di Bandung tempo dulu dengan sekarang, dimana sekarang lebih banyak yang sudah legal alias sudah meminta izin dengan pihak terkait. Dia juga menambahkan, kegiatan ditaman Tongkeng merupakan satu dari banyak kegiatan grafiti yang dilakukan para pekerja seni jalanan di Kota Bandung, mereka ingin membangun imajinasi anak-anak dalam bermain di Taman.Febby juga berharap anak-anak muda Kota Bandung dapat melakukan hal positif untuk menjaga Kota Bandungmelalui kesenian.Videographer : PRABOWO SETYADIEditor : RYAN MAULANA