TEMPO.CO, Jakarta:Tahukah anda disekitar jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, masih terdapat satu bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi bangsa Indonesia. Bangunan dengan gaya arsitektur Eropa yang dibangun tahun 1900-an ini, dulunya milik warga keturunan Tionghoa bernama Sie Kong Liong dan sekarang dijadikan bangunan cagar budaya serta difungsikan sebagai museum.Museum Sumpah Pemuda begitu sebutannya, di gedung ini pula tepatnya tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan kongres pemuda kedua oleh para tokoh pemuda Indonesia. Para pemuda dari berbagai organisasi melebur menjadi satu pemuda Indonesia dengan arah perjuangan yang jelas untuk mencapai Indonesia merdeka.Masuk kedalam museum langsung terasa nyaman dengan hawa sejuk dari pendingin ruangan yang terpasang di setiap sudut. Museum sumpah pemuda memiliki berbagai koleksi yang berkaitan dengan peristiwa Sumpah Pemuda.Terdapat biola milik Wage Rudolf Supratman yang dipakai untuk melantunkan lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya. foto-foto berbagai organisasi pemuda, patung, serta replika patung yang menggambarkan peristiwa sumpah pemuda yang kedua.Museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974, diharapkan semangat yang sudah dicontohkan pemuda-pemuda terdahulu, mampu membangkitkan semangat generasi muda sekarang untuk melanjutkan perjuangan mereka.Videografer & Editor : Denny SugihartoNarator : Annisa Luciana