Sabtu, 18 Agustus 2018

Kualitas perumahan yang buruk di Pulau Lombok yang diguncang gempa bisa menjawab mengapa banyak korban gempa di sana.

Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter, Ahad lalu, 5 Agustus 2018, dan beberapa gempa susulan, menewaskan 131 orang serta melukai 1.477 lainnya.

Data menunjukkan bahwa sebagian besar korban tewas akibat rumah yang ambruk, seperti terlihat di Desa Senggigi, Lombok Barat.

Rumah-rumah di Desa Senggigi rata-rata dibangun sesuai dengan penghasilan, tanpa jeruji besi, yang sangat rawan terkena gempa.

Video/Narasi: China Central Television (CCTV)/Reuters
Editor: Ngarto Februana