Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Rabu, 3 Oktober 2018, mengatakan 1.407 orang dikonfirmasi meninggal akibat bencana gempa berkekuatan magnitudo 7,4 pada Jumat pekan lalu, 28 September 2018.

Korban meninggal itu tersebar di daerah Palu, Donggala, Sigi dan Parigi, Moutong, Sulawesi Tengah. Dari jumlah itu, 519 di antaranya sudah dimakamkan.

Adapun korban luka berat berjumlah 2.549 orang dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan medis.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban terutama disebabkan tsunami. Alarm yang rusak pun memperburuk tingkat bencana. Alarm gagal memberikan peringatan kepada sebagian besar orang sebelum tsunami karena pemeliharaan yang buruk. Beberapa sistem bahkan terganggu di laut setelah nelayan mengikat perahu mereka ke alat yang berisi sensor alarm sehingga alarm tidak berfungsi.

"Pada gempa Palu, sekitar 75 persen orang melarikan diri menggunakan mobil pribadi mereka, dan itulah mengapa terjadi kemacetan setiap kali tsunami datang," kata Sutopo.

Video: Agencia EFE/China Central Television (CCTV)/Reuters
Editor: Ngarto Februana