Lebih dari seminggu setelah bencana gempa-tsunami melanda Palu, Donggala, dan sekitarnya pada 28 September 2018, ratusan orang masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan, tapi bantuan telat menemukan korban selamat.

Meyren Hamaele, 20 tahun, warga Palu, karyawati Hotel Mercure yang baru saja menerima promosi, meninggal akibat gempa. Menurut tim penyelamat di Hotel Mercure, Meyren Hamaele adalah salah satu dari enam staf hotel yang terperangkap di dalam gedung. Tim penyelamatan menemukan tiga dari mereka, tapi semua meninggal, termasuk Meyren. Selain itu, sejumlah tamu yang belum ditemukan masih terperangkap di dalam gedung.

Meskipun terjadi gempa susulan, ayah Meyren, Martinus, pergi ke hotel untuk mencari sang putri secepatnya karena meyakini Meyren masih hidup.

Sulit menemukan korban selamat di Palu, yang hingga kini belum ditemukan keluarga.

Meskipun masih banyak yang hilang, pemerintah mengalihkan perhatian kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan mendesak. Namun para pengungsi mengatakan sejauh ini hanya ada bantuan minimum yang disediakan.

Video/Narasi: China Global Television Network (CGTN)/CCTV
Editor: Ngarto Februana