Selasa, 11 Desember 2018

Sepuluh hari setelah gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, penduduk di sejumlah wilayah terdampak masih membutuhkan bantuan. Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB memperkirakan sekitar 70 ribu penduduk telantar akibat gempa, yang mengguncang pada 28 September 2018, serta sekitar 191 ribu orang membutuhkan bantuan darurat.

Kabupaten Donggala, yang terletak 30 kilometer dari Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, mengalami kerusakan paling parah. Setelah terguncang gempa, banyak desa pesisir Donggala hancur akibat tsunami. Warga terpaksa pindah ke tenda di perbukitan. Anak-anak terlihat di jalan memohon makanan dan persediaan dari mobil yang lewat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia atau BNPB telah mengerahkan personel dari penjuru negeri untuk bergabung membantu korban gempa. Listrik Donggala belum sepenuhnya pulih hingga Minggu, 7 Oktober 2018.

Adapun penduduk terdampak mengandalkan pasokan logistik dari pemerintah. Karena persediaan logistik langka, penduduk yang selamat mengais barang di sekitar puing-puing bangunan.

BNPB mengatakan kepada pers bahwa misi pencarian dan penyelamatan akan berakhir pada Kamis, 11 Oktober 2018. Batasan waktu ini terkait dengan alasan keamanan dan pencegahan epidemi. Menurut BNPB, ke depan masih banyak tugas berat untuk membantu penduduk yang terkena bencana ini.

Video/Narasi: China Central Television (CCTV)/Reuters
Editor: Ngarto Februana