Selasa, 23 Oktober 2018

Halimah Ariav Kobo, 49 tahun, sudah 11 hari berdiri di atas reruntuhan bangunan di Desa Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Palu, Sulawesi Tengah.

Ia menunggu tim evakuasi dapat mengangkat tubuh anaknya, yang ia yakini terjebak di bawah puing-puing bangunan tersebut.

Gempa bermagnitudo 7,4 yang disusul tsunami melanda Palu dan Donggala meluluhlantakkan desanya. Ia yakin anaknya terkubur di reruntuhan rumah mertuanya, yang rata dengan tanah.

"Saya yakin anak saya di situ. Ini rumah mertuanya," kata Halimah, Kamis, 11 Oktober 2018.

Tangannya menunjuk bekas bangunan yang telah rata dengan tanah. Di antara tanah itu tampak sebuah cekungan dengan air warna hitam pekat yang menggenang. Ia yakin jasad anak perempuannya terbenam di dalam situ.

Jurnalis Video: Francisca Christy Rosana
Editor: Ngarto Februana