Gempa bumi dan tsunami yang menghancurkan Sulawesi Tengah telah merenggut lebih dari 2.000 nyawa dan menyebabkan lebih dari 200 ribu orang mengungsi. United Nations High Commissioner for Refugees atau UNHCR mendukung mitra lokal nasional Indonesia dan pemerintah Indonesia dalam bekerja tanpa lelah untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan.

Pada 28 September 2018, serangkaian gempa bumi kuat (paling besar bermagnitudo 7,4) melanda Sulawesi Tengah dan memicu tsunami. Selain menewaskan lebih dari 2.000 orang, bencana itu menghancurkan sekitar 68 ribu rumah dan sekitar 205 ribu orang mengungsi.

Tanggap darurat dipimpin pemerintah Indonesia, yang dikoordinasikan Badan Penanggulangan Bencana Nasional atau BNPB.

Pada 1 Oktober, pemerintah Indonesia, melalui BNPB dan Kementerian Luar Negeri, menyambut baik tawaran khusus bantuan internasional yang sejalan dengan kebutuhan kemanusiaan yang teridentifikasi di lapangan, yaitu transportasi udara ke darat di landasan pendek, tenda keluarga, pengolahan air , generator, dan kontribusi keuangan.

Penawaran UNHCR berupa lebih dari 2.000 tenda keluarga dan barang-barang bantuan inti telah diterima pemerintah pada 8 Oktober 2018. Staf nasional UNHCR siap sedia memastikan pengiriman barang-barang tersebut ke Palu.

Video/Narasi: UNHCR
Editor: Ngarto Februana