TEMPO.CO, Jakarta: Kemacetan lalu lintas di Jakarta yang semakin kompleks, tidak cukup hanya mengandalkan peran petugas di lapangan. Untuk merespons kebutuhan tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggunakan teknologi canggih dengan meluncurkan Intelligent Transport System (ITS) oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, di gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat.Program ini tidak hanya sebagai pusat monitoring, namun memiliki kemampuan untuk melakukan langkah antisipatif dan reaktif terhadap kondisi lalu lintas di lapangan. Fauzi Bowo menambahkan dengan ITS akan berdampak pada bertambahnya kecepatan kendaraan di Jakarta karena kemacetan berkurang. Namun ia meminta, pengelolaan traffic management dengan peralatan yang lebih modern ini juga perlu didukung sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga pelayanan bagi warga dapat berjalan dengan baik selama 24 jam.Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristiono, mengatakan, program ITS tersebut akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Nantinya, program ITS tersebut akan diintegrasikan dengan sistem Electronic Road Pricing (ERP).Video Journalist : DWI OKTAVIANE