Di sela-sela kunjungan Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Sidoarjo, Lamongan, Jawa Timur, Senin 19 November 2018, ia menanggapi kasus yang menjerat Baiq Nuril. Joko Widodo mengatakan bahwa Baiq Nuril dapat mengajukan grasi kepada dirinya sebagai kepala pemerintahan bila merasa belum mendapat keadilan dari putusan Mahkamah Agung. Baiq Nuril adalah seorang staf tata usaha di SMAN 7 Mataram yang berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung atau MA divonis 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta lantaran dianggap melanggar Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik karena menyebarkan percakapan asusila Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram. Kasus ini bermula saat Baiq Nuril bertugas di SMAN 7 Mataram dan kerap mendapatkan perlakuan pelecehan dari Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, Muslim.

 

 

Foto: Ahmad Faiz, Antara

Editor: Dwi Oktaviane