Satu Juta Muslim Uighur Ditahan di Kamp Mirip Penjara Era Perang

Videografer

Reuters

Rabu, 19 Desember 2018 12:00 WIB


Etnis muslim Uighur merupakan penduduk asli Xinjiang, Cina, sekitar 45 persen, sisanya suku Kazakh, dan suku Han. Muslim Uighur, dilaporkan PBB, mengalami penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia terkait kebebasan beragama, berkumpul dan berpendapat, serta hambatan atas pendidikan, diskriminasi, serta hukuman mati terhadap tahanan politik.
Sejak 1995 hingga 1999, pemerintah Cina telah meruntuhkan 70 tempat ibadah serta mencabut surat izin 44 imam.

Jutaan etnis Uighur menempati pusat rehabilitasi di Xinjiang, yang mirip kamp konsentrasi dan para tahanan Muslim diduga dijadikan pekerja paksa. Menurut laporan New York Times, dilansir dari Daily Mail, 18 Desember 2018, tahanan dipaksa untuk bekerja di sejumlah pabrik yang dibangun di dalam atau di sekitar kamp, setelah lolos dari fasilitas rehabilitasi.

Cina sendiri mengklaim kamp itu sebagai pusat pelatihan vokasi profesional yang digunakan untuk kontra-terorisme sekaligus meningkatkan keterampilan.

Stok Foto: REUTERS/Thomas Peter
Sumber Narasi: Wikipedia, Tempo.co (Eka Yudha Saputra)
Editor: Ngarto Februana