Presiden AS Donald Trump mengumumkan menarik pasukannya dari Suriah pada Rabu, 19 Desember 2018. Dalam video di Twitter, Trump mengatakan waktunya membawa 2.000 pasukan pulang, mereka telah menyelesaikan misi mengalahkan ISIS. Nicolai Due-Gundersen, seorang Analis Politik di Kingston University London, mengatakan itu mengejutkan bagi analis dan pejabat AS. Dia menambahkan bahwa langkah Trump mungkin adalah caranya untuk menyerah kepada Turki Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa hari lalu mengatakan kepada AS bahwa dukungan untuk Kurdi tidak dapat diterima. Meskipun Trump mengumumkan kemenangan dan penarikan pasukan AS,Gundersen yakin Turki akan ke Suriah untuk menghentikan ancaman yang tersisa.

 

Video: China Central Television (CCTV), China Global Television Network (CGTN)

Editor: Zulfikar Epriyadi