Penyidik membentangkan ular hidup di leher tersangka pencurian handphone untuk membujuknya agar ia mengaku selama sesi interogasi. Polda Papua, Jumat, 8 Februari, meminta maaf dan berjanji untuk mengambil tindakan disipliner kepada penyidik tersebut atas interogasi itu.

Video interogasi yang tak lazim itu beredar online, memperlihatkan pria ditanyai tentang ponsel curian. Pria itu berteriak-teriak kesal ketika seekor ular didorong ke arah wajahnya oleh seorang petugas. Selama interogasi, terdengar suara yang memerintahkan pria itu untuk membuka matanya dan pada satu tahap mengancam untuk memasukkan ular ke dalam mulutnya dan di bawah celananya.

Peristiwa itu terjadi pada 15 Januari di Jayawijaya - wilayah paling timur di Papua.

Juru bicara Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal mengatakan kasus itu sedang diselidiki oleh unit urusan internal. Jika terbukti ada pelanggaran kode etik, akan diambil tindakan. Kapolres Jayawijaya juga menyatakan permintaan maaf.

Video/Narasi: Reuters, Humas Polda Papua
Editor: Ngarto Februana