Lembaga Research Institute of Socio Economic Development (RISED), berdasarkan hasil penelitian mereka, mengusulkan mengusulkan kenaikan tarif ojek online maksimal Rp 2.000 per km. Menurut RISED, 71% konsumen saat ini hanya mampu menghadapi kenaikan pengeluaran per hari kurang dari Rp 5.000. 

Kenaikan tarif maksimal Rp 2000/km dianggap masih sesuai dengan kemampuan ekonomi pengguna ojek online, demikian disampaikan peneliti RISED secara tertulis, Rabu. RISED sebelumnya sempat membuat survei yang melibatkan 2.001 responden pengguna ojol dari 17 provinsi. 

Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan ketentuan baru mengenai ojek online yang mengatur empat hal yakni formulasi biaya jasa, keselamatan, pemberhentian sementara (suspend), dan kemitraan.

Stok Foootages/Video: Dok Tempo.co (Yatty Febri Ningsih, Darma Wijaya)
Narasi: Bisnis.com
Editor: Ngarto Februana