TEMPO.CO, Jakarta: Pasukan gabungan Polda Metro Jaya, Mabes POLRI, Polres Jakarta Selatan dan TNI menurunkan 2300 personil untuk mengamankan sidang tersangka teroris Abu Bakar Ba'asyir. Pengamanan pun diperketat di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan maupun pada ruas jalan yang akan dilalui rombongan mobil tahanan yang membawa Ba'asyir. Selain itu, mekanisme pengamanannya tidak jauh berbeda dari tanggal 10 Februari lalu,yaitu pada sidang perdana yang tertunda karena adanya protes keberatan atas undangan persidangan yang dianggap menyalahi aturan oleh kuasa hukum Ba\'asyir.Di dalam ruang sidang pun, tim Gegana turut berjaga menggunakan perlengkapan lengkap guna mengawal jalannya persidangan tersangka teroris ini. Akibat digelarnya sidang tersangka teroris Abu Bakar Ba'asyir, kondisi lalu lintas di sepanjang Jalan Ampera, Jakarta Selatan, padat merayap. Kendaraan yang melaju di kedua ruas jalan hanya mampu melintas dengan kecepatan 2 kilo meter hingga 5 kilo meter per jam. Imbasnya kemacetan pada ruas jalan raya menyempit selain karena diturunkannya puluhan personel kepolisian yang berjaga-jaga ke jalan, juga adanya aksi kelompok pendukung Abu Bakar Ba'asyir di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Ustadz Abu dituding menjadi sumber pendanaan pelatihan militerisme di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, Nangroe Aceh Darusalam. Abu Bakar ditahan Datasemen Khusus 88 Anti Teror pada Agustus 2010 lalu. Ia ditangkap setelah Densus membubarkan pelatihan di Aceh tersebut.Ba\'asyir dibawa oleh Densus 88 Anti Terror dengan kendaraan lapis baja, Barakuda. Ia tiba pukul 08.00 WIB dan kembali ke tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada pukul 11.00 WIB dengan pengawalan ketat. Ba\'asyir menilai penggunaan kendaraan lapis baja merupakan upaya pencitraan yang dilakukan oleh Densus. Ia menilai ini rekayasa seakan-akan menjadi obyek sidang teroris terbesar.Video Journalist : DWI OKTAVIANE