Ruptly menyiarkan secara langsung dari luar Kedutaan Besar Ekuador di London pada Senin, 20 Mei, ketika otoritas kepolisian bersiap untuk mencari dokumen dan harta benda yang ditinggalkan oleh Julian Assange di dalam ruangan yang dia tempati selama hampir tujuh tahun.

Menurut laporan, kantor Jaksa Agung Ekuador, Diana Salazar, memberi tahu pengacara Assange, Carlos Poveda, bahwa barang-barang pendiri WikiLeaks, termasuk komputer, ponsel, memory stick dan perangkat elektronik lainnya, akan disita dan dikirim ke AS sebagai bagian tanggapan Ekuador terhadap permintaan pengadilan Departemen Kehakiman.

Assange ditangkap oleh polisi Inggris pada 11 April 2019 setelah Ekuador secara resmi mencabut status suaka dan mengizinkan polisi Inggris untuk mengawalnya dari kedutaan.
Pendiri WikiLeaks dijatuhi hukuman 50 minggu penjara oleh pengadilan di London karena melanggar persyaratan jaminan setelah menghabiskan tujuh tahun di Kedutaan Besar Ekuador.

Video: RUPTLY