TEMPO.CO, Cirebon : Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar berbagai kegiatan tradisi, hingga pada acara puncak menggelar upacara panjang jimat. Ribuan masyarakat dari sejumlah daerah begitu antusias mengikuti budaya yang masih dilestarikan Keraton Kasepuhan Cirebon ini.Tradisi panjang jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diawali dengan pawai alaigoris berupa simbol-simbol kelahiran seorang anak manusia di bumi. Selain benda-benda kasepuhan, beberapa hidangan pun dibawa dalam iring-iringan tersebut. Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat menjelaskan makna dibalik upacara Panjang Jimat tersebut. Upacara yang masih dilestarikan ini gunanya untuk mengingat cara para wali saat penyebaran agama Islam. Iring-iringan dengan pengawal lengkap tersebut berjalan menuju Langgar Agung dari Bangsal Purbayaksa. Di tempat itu, Nasi Jimat dibuka bersama dengan makanan yang lain yang disajikan diatas 38 buah piring pusaka. Piring tersebut merupakan benda bersejarah dan keramat karena merupakan peninggalan Sunan Gunung Jati.Di Langgar Agung ini dilakukan shalawatan dan pengajian kitab Barjanzi yang dipimpin oleh Imam Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan hingga tengah malam. Videografer : Dicky Zulfikar NawazakiEditor : Dwi Oktaviane