Warga Jakarta Kamis menyatakan kekecewaan mereka atas unjuk rasa 22 Mei yang disertai kericuhan dan korban jiwa. Tono Kartono, sopir bajaj, tak bisa bekerja sehingga tak mendapat penghasilan. Adapun karyawan swasta Adi mengatakan bahwa orang harus memilih cara hukum untuk memprotes, ia menuding perusuh anarkistis.

Mahasiswa dan wanita bisnis Dina menyesalkan penurunan bisnis online-nya, saat pemerintah menutup WhatsApp. dan koneksi internet secara keseluruhan menjadi lebih lambat.

Video: RUPTLY
Editor: Ngarto Februana