TEMPO.CO, Jakarta: Microsoft menunjuk Satya Nadella, yang telah bekerja 22 tahun di Microsoft, sebagai CEO pada hari Selasa 4 Februari, setelah Steve Bellmer mengumumkan rencana pensiunnya pada bulan Agustus lalu. Nadella menanggapi penunjukan itu dengan rendah hati, dalam email yang dikirim kepada para karyawan. Dia adalah CEO ke-3 dalam sejarah 39 tahun Microsoft, setelah Bill Gates dan Ballmer.Nadella yang memimpin terbentuknya Microsoft berbasis internet atau "cloud," pelayanan komputer, mengatakan bahwa dia akan fokus pada usaha kerasnya untuk melepaskan halangan inovasi di perusahaan itu. Microsoft juga menunjuk John Thompson, pemimpin direksi independen, menggantikan Gates sebagai Dirut. Gates akan mengambil peranan baru sebagai penasehat tehnologi dan masih duduk di kursi direktur. Saham pembuat software terbesar di dunia ini naik 0,6 persen pada $36.70 (USD) di Nasdaq pagi ini. Penunjukan Nadella diputuskan setelah panitia pencari yang dipimpin Thompson menetapkan jangka waktu setahun untuk mencari CEO baru, tetapi prosesnya lebih lama dari yang diharapkan. Banyak sumber mengatakan CEO Ford Motor Alan Mulally adalah kandidat kuat, hingga Januari ketika dia memutuskan tetap di industri mobil. Nadella juga mengalahkan beberapa kandidat. Diantaranya ada yang dekat dengan perusahaan, seperti Stephen Elop, yang bergabung kembali dengan Microsoft setelah akusisi Nokia berakhir, dan Tony Bates, mantan bos Skype yang sekarang mengemban tugas di Pengembangan Bisnis Microsoft.Para investor dan analis telah mempertimbangkan keefektifan Nadella menyulut kembali ambisi dinamis dari perusahaan dan meningkatkan kepuasan Wall Street yang haus uang.Microsoft menghadapi perlambatan dari Windows yang berbasis PC dan franchise perlengkapan Kantor, dan perlu menantang Apple dan Google dalam bisnis komputer mobile. Pada waktu yang sama beberapa investor menyarankan untuk penghematan dan bagian lebih besar dari timbunan uang perusahaan.Courtesy : youtube/NTDTVDWI OKTAVIANE