TEMPO.CO, Bandung : Sejumlah tunanetra menggunakan hak pilihnya di TPS 006 dan 005 di Panti Sosial Bina Netra Wyata Guna. Namun dari empat surat suara yang ada, hanya surat suara untuk DPD yang ada templatenya. Hal tersebut membuat mereka merasa kesulitan sehingga membutuhkan bantuan panitia saat memilih.Komisi Nasional Hak Asasi Manusia memantau pelaksanaan pemilihan umum di sejumlah daerah di 21 provinsi, salah satunya di Bandung, Jawa Barat. Mereka mencatat masalah rendahnya partisipasi pemilu dari kalangan tunanetra. Anggota Komnas HAM Nur Kholis mengatakan sejak awal seharusnya KPU menyediakan template untuk seluruh kertas suara. Ia menegaskan dengan kurangnya mekanisme tersebut merupakan pelanggaran HAM terhadap kaum difabel. Mereka kecewa karena template surat suara hanya untuk memilih calon anggota DPD. Soal kerahasiaan dalam asas pemilu tak dijaga karena pemilih tunanetra didampingi petugas saat mencoblos di bilik suara.Videographer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : DWI OKTAVIANE