TEMPO.CO, Bandung : Suasana pemilu legislatif di TPS 006 dan 005 Panti Sosial Bina Netra Wyata Guna Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cicendo Kota Bandung, terlihat sepi dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Hal tersebut diduga karena fasilitas untuk pemilih tunanetra tidak disediakan dengan baik oleh KPU.Panitia membantu para tunanetra tersebut untuk memilih. Dari empat surat suara yang ada, hanya surat suara untuk DPD yang ada templatenya. Sementara itu Nurdin seorang pemilih tunanetra mengakui merasa kesulitan saat memilih tanpa menggunakan template braille. Sehingga ia meminta bantuan panitia untuk mencoblos.Ketua KPPS 006, Dadan Hamdan menambahkan mereka mempersiapkan lembaran C3 untuk pendampingan. Pendampingan tersebut digunakan bila pemilih tunanetra kesulitan dan meminta bantuan.Pada pemilu kali ini hanya 14 orang yang menggunakan hak pilihnya dari 152 orang. Dengan tidak adanya template surat suara, kekhawatiran pilihannya untuk disalahgunakan menjadi lebih besar. Sebab, pemilih menjadi tidak tahu siapa yang dicobloskan oleh panitia meski telah menyampaikan pilihannya.Videographer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : DWI OKTAVIANE