TEMPO.CO, Athena : "Lambades", lilin yang digunakan oleh orang Yunani untuk menerima "cahaya suci" pada misa Paskah, telah berkembang jauh dari sekedar lilin tipis sederhana. Seiring berubahnya waktu, lilin-lilin dekoratif ini telah menjadi sebuah industri besar.Saat ini lambades cukup rumit, dibungkus dengan apa saja mulai dari permen, mobil-mobilan, pesawat terbang, boneka binatang, boneka, hiasan, bunga, perhiasan, dan lain sebagainya. Toko-toko dipenuhi dengan lilin berhari-hari sebelum Paskah.Keluarga Skiadas telah membuat lilin selama empat generasi. Manolis Skiadas memulai kerajinan ini pada tahun 1898 dari sebuah rumah kecil di pusat Athena. Bisnisnya masih berjalan hingga saat ini, dan merupakan salah satu pembuat lilin tertua di Athena. Kakek Skiadas menghasilkan 200 kilogram lilin sehari, seluruhnya buatan tangan. Sekarang cucunya, yang juga bernama Manolis, menghasilkan sepuluh kali lipat jumlah tersebut di sebuah pabrik di luar Athena. Ia berkata bahwa Lambada telah berubah banyak.Skiadas mengatakan ia membuat 300.000 lambades setiap Paskah, dan produksi dimulai enam bulan sebelumnya.Para produsen berusaha untuk membuat lambada unik bagi pelanggan, yang mencari tanpa henti untuk menemukan sesuatu yang berbeda.Untuk menandai kebangkitan Kristus, sebuah "cahaya suci" diambil dari makam Yesus di Gereja Makam Suci di Yerusalem. Api kemudian didistribusikan ke negara-negara di seluruh dunia dan diteruskan kepada jemaat oleh para imam. Para umat menyalakan lambades mereka dengan api ini. Lilin tersebut kemudian digunakan untuk memberkati rumah dengan menandai salib di kusen pintu dengan menggunakan asap dari api tersebut.courtesy : youtube/NTDTVEditor : DWI OKTAVIANE