Twitter akan melarang iklan politik di platformnya November, kata CEO Twitter Jack Dorsey, Rabu. Kebijakan itu dibuat saat platform media sosial menghadapi tekanan untuk memblokir upaya mengarahkan pemilihan dengan informasi palsu.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, CEO Jack Dorsey mengatakan platform tersebut percaya bahwa jangkauan pesan politik harus "diterima, bukan dibeli".

Perusahaan media sosial, termasuk saingan Twitter, Facebook, menghadapi tekanan yang semakin besar untuk berhenti menjual iklan yang menyebarkan informasi yang tidak akurat.

Larangan Twitter mulai berlaku sejak 22 November.

Video: REUTERS, UNRESTRICTED POOL, MEDIA SOSIAL, WEBSITE
Narasi: Reuters (Produksi: Lucy Marks)
Editor: Ngarto Februana