TEMPO.CO, Mesir : Sebuah replika persis dari makam Firaun Tutankhamun, diresmikan di Luxor dalam sebuah proyek bersama Eropa-Mesir. Tujuannya adalah untuk menarik para turis ke Mesir, setelah bertahun-tahun kekacauan politik terjadi disana.Instalasi makam dilakukan setelah makam aslinya ditutup, akibat kerusakan yang terjadi setelah makam dikunjungi turis selama bertahun-tahun. Makam berumur 3000 tahun itu menjadi terkenal di seluruh dunia setelah penemuannya di tahun 1922 oleh Howard Carter, lengkap dengan topeng penguburan emas yang berkilauan dan sarkofagus.Sejak itu makam ramai dikunjungi oleh turis, yang kini telah menyebabkan inisiatif untuk membuat replikanya. Proyek gabungan Uni Eropa dan Mesir ini menugaskan workshop Factum Arte di Madrid untuk membuat replika makam, hampir tidak bisa dibedakan dari aslinya.Factum Arte menggunakan pencitraan tiga dimensi untuk merekam setiap detail dari makam dan ukuran yang tepat, agar ia dapat direproduksi dengan akurat. Direkturnya Adam Lowe, berkata hasilnya terlihat sungguh mirip. Sektor turisme Mesir telah hancur dalam beberapa tahun terakhir, akibat dari gejolak politik yang diikuti jatuhnya mantan Presiden Hosni Mubarak. Konflik sipil, pemboman dan kerusuhan terus-menerus telah memaksa wisatawan pergi, tetapi Mentri Pariwisata Mesir berkata ia berharap proyek-proyek seperti ini akan menggoda mereka untuk kembali.courtesy : youtube/NTDTVDWI OKTAVIANE