TEMPO.CO, Jakarta : Selama ini, jutaan tamu Allah ternyata menjadi obyek bulan-bulanan Kementrian Agama. Mereka tak punya pilihan selain mengikuti aturan main Kementrian Agama yang sebenarnya merugikan. Mereka tak boleh menerima bunga atas setoran awal ongkos naik haji, meski setoran itu mengendap bertahun-tahun. Jemaah pun dihimbau ikhlas menerima apa saja yang disediakan penyelenggara. Mereka yang memprotes, dianggap kurang lempeng niat beribadahnya. Padahal, telah terjadi penyelewengan yang ditengarai membentang dari penggunaan dana setoran awal jemaah hingga pemilihan pemondokan di Tanah Suci. Apa saja bentuk penyelewengan yang terjadi? Berapa besar dana yang diselewengkan pengelolaannya? Dan bagaimana pencegahan ke depan?