Wabah Virus Corona mulai merebak sejak Desember lalu di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Sejak itu, Virus Corona menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru China.

Menurut otoritas kesehatan Cina, Virus Corona dapat menular sesama manusia. Virus ini juga beradaptasi dan bahkan bermutasi, ini artinya virus tersebut dapat menyebar dengan lebih cepat dan mungkin menjadi lebih sulit ditangani. Meskipun banyak kasus penularan lewat bersin dan batuk, belum ada indikasi sejauh ini yang menunjukkan bahwa virus ini menular lewat saluran pernafasan.

Untuk mengurangi resiko terpapar Virus Corona, banyak warga yang menggunakan masker. Tapi, apakah masker wajah medis dapat melindungi Anda terhadap Virus Corona?

Menurut Dr. William Schaffner, seorang spesialis penyakit menular di Vanderbilt University di Tennessee, mengatak jika itu adalah masker wajah biasa, jawabannya adalah "tidak". Menurutnya, masker N95, dapat melindungi terhadap virus corona baru. Masker N95 memiliki Respirator lebih tebal daripada masker bedah, tetapi Schaffner tidak merekomendasikannya untuk penggunaan umum pada saat ini. Karena bahan masker yang sangat tebal membuat kita akan sulit untuk bernapas.

Selain itu ada masker bedah, masker bedah yang lebih tipis sering digunakan oleh ahli bedah. Masker ini dapat menjaga patogen dari hidung dan mulut dokter ketika berada di ruang bedah. Tetapi masker bedah tidak dapat banyak membantu dalam melindungi tubuh dari virus. Masker bedah tidak dirancang untuk mencegah partikel virus, masker bedah tidak terpasang erat di hidung dan pipi Sehingga masih bisa masuk ke mulut dan hidung penggunanya.

Masker jenis lain adalah masker kain yang bisa dicuci dan sering dijual dalam banyak model. Menurut Prof MacIntyre, peneliti di Vietnam, Masker kain tidak memiliki khasiat sama sekali, dan bahkan dapat meningkatkan risiko infeksi terutama jika tidak dicuci secara teratur.

 

 

Video: CCTV/CBS News
Naskah: Dailymail/LiveScience
Editor: Ridian Eka Saputra