TEMPO.CO, Bandung : Sudah selayaknya budaya asli peninggalan leluhur dipelihara di tengah menjamurnya tontonan seni modern dan perubahan nilai sosial masyarakat yang terjadi saat ini. Seperti yang dilakukan masyarakat Garung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini. Mereka sampai sekarang tetap melestarikan Seni Gulat Tradisional Benjang yang dilaksanakan pada momen tertentu.Seni gulat tradisional Benjang ini merupakan seni beladiri yang dikembangkan di kampung Warung Gede, desa Cibiru, kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung. Seni Benjang ini akhirnya menyebar sampai wilayah kota Subang, Purwakarta, Cirebon, Indramayu, Garut hingga hampir ke seluruh Jawa Barat.Salah seorang tokoh Benjang Ena Mulyana menjelaskan sejak dulu Benjang ditampilkan pada acara-acara adat seperti pernikahan dan khitanan hingga ada kejuaraan di kampung-kampung.Diiringi tabuhan kendang, tiupan terompet dan balutan musik tradisional para peserta menari dengan gerakan yang khas. Aturannya pun cukup unik. Jika ada peserta lain yang naik ke atas panggung, peserta sebelumnya dapat menentukan akan bertanding atau tidak dengan cara turun panggung atau membuka baju tanda menerima tantangan. Ena menambahkan diperkirakan cikal bakal seni ini sudah ada sejak tahun 1921-an. Berawal dari seorang pengusaha kaya bernama Hasan Dikarta di Desa Cibiru yang sangat peduli dengan kesenian.Berbagai kalangan dapat ikut serta kesenian tersebut. Bahkan anak-anak sekalipun dapat turut serta meramaikan dengan keamanan yang sudah terjaga tentunya. Videographer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : DWI OKTAVIANE