Pasokan medis yang tidak memadai telah menyebabkan Amerika Serikat tertinggal dalam tes COVID-19, menurut laporan dari CNBC dan New York Post. Jumlah kasus COVID-19 di Amerika Serikat telah mencapai 140.000, menurut penghitungan terbaru dari Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) Universitas Johns Hopkins. Hingga Minggu malam, lebih dari 142.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dengan 2.479 kematian. Negara Bagian New York memiliki kasus terbanyak, yang telah melebihi 59.000 kasus.

Pada awal wabah, CDC mengirimkan test kit ke laboratorium umum, tetapi beberapa kit ditemukan memiliki masalah kualitas. Pedoman oleh CDC mengatakan hanya orang yang mengalami demam atau gejala batuk atau sesak napas dan memiliki kontak dekat dengan pasien COVID-19 yang dikonfirmasi dapat menerima tes.

Pada akhir Februari, CDC melonggarkan aturan tentang siapa yang memenuhi syarat untuk pengujian, namun bahkan hari ini masih belum jelas tentang siapa yang bisa mendapatkan tes dan siapa yang tidak.

Menurut CNBC, Swabs, pipet dan reagen hampir habis di banyak negara bagian di negara ini.

Pada hari Jumat, sebuah artikel yang diterbitkan oleh New York Post juga menyalahkan CDC karena meremehkan ancaman epidemi dan memperlambat respons awal terhadap penyakit mematikan.

 

 

Video: China Central Television (CCTV+)
Editor: Ridian Eka Saputra