Ilmuwan Australia mengatakan pada Sabtu, 4 April, bahwa obat anti-parasit yang tersedia luas dapat menghentikan sel COVID-19 dari replikasi di laboratorium dalam waktu 48 jam.

Studi yang dipimpin Universitas Monash di Melbourne bekerja sama dengan Laboratorium Referensi Penyakit Menular Victoria, yang berlokasi di Peter Doherty Institute, telah menguji obat Ivermectin.

Obat ini, Ivermectin, telah ada selama setidaknya 30 tahun, menurut peneliti senior di Universitas Monash dr Kylie Wagstaff, dan telah digunakan untuk mengobati parasit, termasuk kutu, cacing, dan kudis.

Namun, uji coba perlu dilakukan pada orang yang menggunakan dosis optimal dan pihak berwenang Australia memperingatkan orang-orang agar tidak melakukan pengobatan sendiri.

Video/Narasi: Reuters (Produksi: James Redmayne)
Editor: Ngarto Februana