Beredar narasi melalui pesan berantai WhatApp yang menyebut bahwa usulan 5.000 ulama di Jawa Barat harus menjalani rapid test merupakan modus menghabisi ustaz dengan cara disuntikkan virus Corona atau Covid-19 hingga meninggal dunia. Faktanya, menurut penelusuran sejumlah lembaga cek fakta, termasuk situs Kominfo, tuduhan dalam narasi yang menyebutkan 'rapid test sebagai modus menghabisi ulama' sangatlah menyesatkan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membantah klaim yang beredar melalui aplikasi percakapan WhatApp tersebut. Ia mengatakan 5.000 ulama di Jawa Barat harus menjalani rapid test mempunyai alasan yang mendasar. Ulama yang dimaksud adalah mulai dari tokoh agama di kampung dan desa hingga pondok pesantren. 

Ulama sendiri masuk ke dalam kategori B, yakni mereka adalah kelompok masyarakat yang dikategorikan sering bertemu dengan banyak orang. Selebihnya dijelaskan pula bahwa usulan 5.000 ustaz menjalani rapid test adalah berdasar dari hasil rapid test massal di Jabar sepekan terakhir, yang menunjukkan 667 orang terindikasi Covid-19.

Dengan demikian, klaim "ada modus menghabisi ulama, 5.000 ustaz akan disuntik Covid-19 adalah disinformasi atau hoaks.

Sumber Footages/Video/Foto: ANTARA, Videvo, Humas Jabar, Tangkap Layar Kominfo
Sumber Narasi: Kominfo
Editor: Ngarto Februana