Pandemi COVID-19 membangkitkan ingatan tentang insiden-insiden sebelumnya yang mengelilingi eksperimen biologis.

Laboratorium militer Amerika Serikat di di Maryland telah menjadi pusat diskusi yang memanas baru-baru ini. Diciptakan oleh pemerintah AS selama Perang Dunia Kedua, Fort Detrick awalnya merupakan fasilitas penelitian rahasia untuk perang kuman.

Bakteri yang dipelajari di Fort Detrick termasuk antraks, agen mematikan dan sangat menular yang telah digunakan dalam serangan teroris. Selama perang, pemerintah AS memerintahkan satu juta bom antraks dari pangkalan itu.

Saat ini, markas itu menampung berbagai fasilitas penelitian kelas atas termasuk Institut Penelitian Penyakit Menular Angkatan Darat Amerika Serikat (juga dikenal sebagai USAMRIID), yang memimpin penelitian pemerintah AS tentang beberapa patogen paling berbahaya yang diketahui umat manusia, seperti Ebola.

Namun, pada Juli 2019, penelitian di Fort Detrick terhenti setelah otoritas kesehatan menutup laboratoriumnya karena masalah keamanan.

Selama bertahun-tahun, Fort Detrick telah terlibat dalam beberapa kontroversi. Insiden paling terkenal adalah Serangan Anthrax 2001. Pada September 2001, kiriman yang berisi anthrax dikirim ke pemerintah AS dan kantor media. Insiden itu menyebabkan lima kematian. Dua tersangka utama adalah mantan peneliti di Fort Detrick.

Insiden-insiden ini tentu saja patut untuk diteliti lebih lanjut dan harus meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan penelitian biologi AS.

Sumber Video dan Narasi: China Central Television Network (CCTV), CGTN
Editor: Ngarto Februana