PON XIX: Final Sepak Bola, Jawa Barat Kalahkan Sulawesi Selatan

Jum'at, 30 September 2016 | 14:14 WIB

TEMPO.CO, Bandung: Tim sepak bola Jawa Barat meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016. Pada partai final, anak-anak asuh Lukas Tumbuan tersebut mengalahkan tim Sulawesi Selatan 5-4 lewat babak adu penalti di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung,Jawa Barat.

Jawa Barat tampil menekan sejak awal babak pertama. Namun, dua peluang Gian Zola dan kawan-kawan dalam 15 menit pertama laga berhasil digagalkan kiper Sulawesi Selatan, Syaiful.

Selanjutnya, pertahanan rapat Sulsel kian membuat Jabar kesulitan menciptakan gol. Alhasil, skor tanpa gol menutup laga paruh pertama. Pada babak kedua, status tuan rumah kembali membuat Jabar tampil agresif. Tetapi, penyelesaian akhir yang buruk masih menjadi kendala M Natsir dan kolega.

Sulsel sesekali melakukan serangan balik. Tetapi, usaha Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan masih mudah digagalkan lini pertahanan Jabar. Skor imbang 0-0 hingga peluit akhir pertandingan membuat pemenang harus ditentukan lewat babak tambahan.

Pada 2x15 menit babak tambahan, skor seri tanpa gol tetap tidak berubah. Alhasil, laga harus diselesaikan via adu penalti.

Pada babak adu penalti, dari lima kesempatan pertama, kedua tim hanya mampu menceploskan empat gol. Pada kesempatan keenam, Jabar sukses mengunci medali emas seusai sepakan pemain Sulsel ditepis oleh kiper M Natsir.

Setelah pertandingan usai Tim Sepakbola PON Sulsel memboikot sesi penerimaan medali usai kekalahan dramatis di adu penalti laga Final cabang olahraga Sepakbola. Aksi boikot penerimaan medali ini disebabkan Alfuad sebagai penendang keenam Sulsel akan melakukan eksekusi penalti yang sangat menentukan, kembali terkena sinar laser hijau dari arah penonton yang menyorot muka Alfuad.

Jurnalis Video: Iqbal Lubis (Bandung)

VIDEO PON:

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan