Kekerasan Terhadap Jurnalis NET TV oleh TNI Akan Diusut

Kamis, 06 Oktober 2016 | 13:36 WIB

TEMPO.CO, Madiun: Detasemen Polisi Militer V/1 di Madiun, Jawa Timur sedang menyelidiki dugaan penganiayaan yang dilakukan sejumlah anggota Batalion Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha terhadap Jurnalis NET TV Soni Misdananto. Proses hukum ini mendapat perhatian Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Brigjen TNI Benny Susianto. Dia menemui Soni secara tertutup di ruang Komandan DenPOM V/1 Madiun Letkol CPM Moh Sawi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kekerasan yang dialami korban saat menjalankan tugas.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu, 2 Oktober 2016, ketika Soni sedang meliput kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang perempuan dengan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Rombongan pesilat yang sedang berkonvoi melintasi perempatan Te’an, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman. Saat korban merekam, tiba-tiba sejumlah anggota TNI yang terlibat pengamanan perayaan 1 Suro memukul korban.

Soni mengatakan telah dimintai keterangan oleh petugas DenPOM. Pertanyaan seputar insiden kekerasan yang diajukan oleh petugas seperti jumlah anggota TNI yang terlibat penganiayaan tersebut. Dalam insiden itu, kata Soni, ada lima anggota TNI yang terlibat. Dua di antaranya melakukan pemukulan dan lainnya merampas dan merusak kartu memori kameranya.

Jurnalis video: Nofika Dian Nugroho
Editor/Narator: Ryan Maulana

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan