Upaya Perkuat Populasi, Dua Kelompok Owa Jawa Kembali Dilepasliarkan

Jum'at, 19 Mei 2017 | 15:36 WIB

TEMPO.CO, Bandung: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat bekerja sama dengan The Aspinall Foundation Indonesia melepasliarkan dua pasang Owa Jawa (Hylobates moloch) di Cagar Alam Gunung Tilu, blok PLTA Plengan, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pelepasliaran dilakukan pada dua titik lokasi yang berjarak 2,5 KM dengan harapan masih dapat memonitoring pergerakan dua kelompok Owa Jawa tersebut.

Pada lokasi pertama, sepasang owa hasil penertiban dan penyerahan sukarela bernama Kevin, jantan dan Inong, betina dari warga Santolo, Garut dan Cibiru, Bandung. Satwa tersebut dirawat dan direhabilitasi kurang lebih dua tahun di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa, Ciwidey, Jawa Barat. Pelepasliaran pada blok ini adalah yang pertama dilakukan. Di lokasi ini cenderung aman dari ancaman pemburu karena akses masuknya diawasi penjagaan di PLTA Plengan.

Pelepasliaran kedua, Owa jantan bernama Aom dan betina Ukong dilepasliarkan didalam hutan yang cukup lebat. Hal tersebut dilakukan mengingat mereka pernah dilepasliarkan dengan pasangannya masing-masing. Kedua pasang Owa Jawa ini merupakan satwa hasil rehabilitasi yang telah dinyatakan layak lepas liar karena sudah memenuhi berbagai kriteria. Kegiatan ini merupakan upaya peguatan populasi mereka di alam. Habitat untuk lokasi pelepasliaran juga telah dikaji oleh tim dengan mempertimbankan aspek pendukung kehidupan mereka di alam.

Selain bertujuan untuk pemulihan populasi, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menyambut hari Biodiversitas dunia tanggal 22 Mei. Kegiatan ini juga adalah rangkaian program kerjasama untuk upaya konservasi primata endemik Jawa dan habitatnya.

Jurnalis Video : Dicky Nawazaki
Editor/Narator : Dwi Oktaviane
Musik Ilustrasi : Tomorrow - Bensound_Youtube Audio Library

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan