Pencurian Dengan Pecah Kaca Mobil Sasar Kendaraan Diparkirkan Kantor Pemkot Serang

Sabtu, 20 Mei 2017 | 08:00 WIB

TEMPO.CO, Serang: Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil, jumat siang, 19 Mei 2017 terjadi di halaman parkir gedung bersama, Kantor Pemerintahan Kota Serang, Ciceri , Kota Serang Banten. Pencurian modus pecah kaca mobil menyasar mobil milik salah satu pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, yang terparkir di halaman Kantor Pemkot Serang.

Satu buah laptop, dompet, dokumen kerja yang disimpan didalam mobil korban raib dibawa kabur pelaku. Aksi pencurian modus pecah kaca mobil ini terjadi begitu singkat. Tidak ada saksi yang melihat aksi pencurian ini.

Dalam melakukan aksinya, pelaku terbilang nekat karena melakukan aksinya ditengah keramaian. Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil terjadi, ketika Korban memarkirkan kendaraanya di halaman pemkot serang, setalah jam istirahat. Bebarapa menit kemudian kaca mobil korban pada bagian tengah pecah.

Ironisnya, tidak ada petugas kemananan seperti Satpol PP yang seharusnya berjaga di pos pintu gerbang Gedung Bersama, Kantor Pemkot Serang tersebut.
Sudah satu tahun lebih, Gedung bersama Pemkot Serang yang ditempati 4 dinas itu tidak dijaga oleh Satpol PP. Akibatnya kerap terjadi aksi pencurian di kawasan gedung milik Pemkot Serang itu.

Sebelumnya aksi pencurian dengan modus pecah kaca juga pernah terjadi pada akhir april 2017 lalu, Pelaku menyasar mobil milik warga yang terparkir di tepi jalan di kawasan Komplek Ciceri, Kota Serang Banten. Dalam rekaman CCTV pelaku yang menggunakan sepeda motor, terlebih dahulu meretakan kaca mobil korban dengan cara dilempar menggunakan suatu benda. Setalah kaca retak, pelaku menjebol kaca mobil dengan kepala. Pelaku mengambil barang berharga milik korban yang disimpan didalam mobil. Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil ini kini ditangani petugas kepolisian Polres Serang Kota.



Jurnalis Video: Darma Wijaya
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan