Melihat Pembuatan Dawet Lele di Ngawi

Rabu, 14 Juni 2017 | 14:22 WIB

TEMPO.CO, Ngawi: Ikan lele ternyata tidak hanya bisa digunakan sebagai lauk. Benny Ismanto dan Siti Fatimah, istrinya, mengolah salah satu ikan tawar ini menjadi dawet. Bahan dasar diambil dari kolam budidaya yang ada di samping rumah wilayah Desa/Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Setelah berhasil dijaring, ikan lele disembelih dan dikuliti. Dagingnya kemudian dihaluskan dengan digiling secara manual. Daging yang telah halus kemudian dicampur dengan tepung terigu dan dimasak di atas kompor. Siti Fatimah, mengatakan, kulit dari ikan lele yang tidak terpakai dibuang. Adapun untuk menghilangkan rasa amis pada dawet maka digunakan perasan jeruk nipis. Setelah masak, dawet disaring lagi untuk mendapatkan bentuk yang bagus.

Dawet lele menarik keinginan warga untuk mencicipi. Mereka membeli dawet yang telah dicampur dengan santan dan sirup gula merah untuk berbuka puasa. Namun, dawet lele ini tidak dijual setiap hari. Benny dan Siti lebih memilih menjualnya ketika ada even pameran usaha kecil. Pada pameran, pasangan suami istri ini juga menjual produk lain yang juga hasil olahan ikan lele.

Jurnalis Video : Nofika Dian Nugroho
Editor/Narator : Dwi Oktaviane

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan