Sabtu, 19 Agustus 2017

Mahfud MD: Full Day School, Madrasah Diniyah akan Hilang

TEMPO.CO, Banten: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan sudah menerbitkan Peraturan Menteri tentang lima hari sekolah dalam sepekan, atau full day school satu hari 8 jam berada disekolah. Permen terbit 9 Juni lalu dan akan berlaku pada tahun ajaran baru atau bulan Juli mendatang.

Kebijakan tersebut mendapat reaksi dari Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Usai menghadiri seminar hari lahir Pancasila di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten, Rabu, 14 Juni 2017. Mahfud MD meminta kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai sekolah dari pagi sampai sore selama 8 jam untuk dipertimbangkan kembali.

Hal tersebut menurutnya agar kebijakan full day school tidak melupakan sekolah Madrasah Diniyah. Jika kebijakan sekolah pagi sampai sore diterpakan maka menurut Mahfud MD yang juga anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila tersebut madrasah diniyah akan hilang.

Di Indonesia madsarah diniyah menurut Mahfud MD sangat banyak, jangan sampai terbunuh hanya karena mengejar sekolah negeri yang menerapkan kebijakan sekolah pagi sampai sore hari. Sehingga banyak orang yang melupakan pelajaran agamanya.

Mahfud MD mengatakan, dirinya tidak menolak kebijakan full day school, namun keberadaan sekolah madrasah dari siang sampai sore hari juga harus diperhatikan, agar tetap ada didalam bagian proses pendidikan.

Kebijakan full day school juga mengundang reaksi dari Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi Banten, Bajari Syam yang menaungi sekolah madrasah di Banten.

Bajari Syam mengatakan pemerintah pusat harus mengedapankan ruang untuk mediasi terlebih dahulu terkait dampak dari kebiajakan full day school terhadap keberadaan skeolah madrasah diniyah.




Jurnalis Video: Darma Wijaya
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra