BPOM Yogyakarta Temukan Bahan Makanan Mengandung Pewarna Tekstil

Jum'at, 16 Juni 2017 | 08:12 WIB

TEMPO.CO, Yogyakarta: Badan pengawasan obat dan makanan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan 7 dari 14 sampel yang diambil secara acak jenis makanan yang ditawarkan di bulan ramadan mengandung zat pewarna tekstil jenis rhodamin B di pasar tradisional Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. Beberapa pedagang menolak menandatangi berita acara pemeriksaan karena mereka beranggapan bukan kesalahan mereka.

Dari hasil uji laboratorium mobile yang dilakukan oleh badan pengawas obat dan makanan, BPOM DIY di pasar tradisional Wates, tim menemukan makanan-makanan kering dalam kemasan bal atau bungkus plastik besar dari Purworejo dan Kutoarjo, Jawa Tengah yang berbahaya untuk dikonsumsi manusia. Ketujuh jenis yang dinyatakan mengandung rodhamin B diantaranya, yakni permen tape, slondok, kerupuk singkong merah putih, krimpying dan lanting, kue mangkok, serta bolu emprit.

Dengan rapid test, terlihat warna dalam salah satu tabung kecil berwarna merah muda atau pink mencolok disertai buih di permukaan air yang menandakan sebagai zat pewarna tekstil, jika diberikan tetesan cairan khusus dan memudar maka zat pewarna yang digunakan berarti memang untuk bahan makanan apalagi warna yang muncul tidak akan mencolok.

Para pedagang pun belum lama menyetok dalam jumlah puluhan kilogram untuk diedarkan jelang lebaran tahun ini namun harus dikandangkan menunggu petugas dari dinas pasar Pemkab Kulonprogo menyita dan memusnahkannya. Para pedagang pasar mengaku tak tahu-menahu jika produk yang mereka jual berbahaya karena mendapatkan jaminan dari pengedar makanan. Dinas terkait Pemkab Kulonprogo yang ikut dalam razia bersama BPOM DIY kesulitan untuk menyita puluhan kilogram makanan kering.

Jurnalis Video : Hand Wahyu
Editor/Narator : Dwi Oktaviane

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan