Sabtu, 19 Agustus 2017

60 Tahun Hubungan Diplomatik, Menlu Laos Jajaki Kerjasama dengan Pertamina dan Pindad

TEMPO.CO, Jakarta: Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Laos 3 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juli 2017.

Kunjungan Saleumxay ke Jakarta, sekaligus menandai jalinan hubungan diplomatik selama 60 tahun antara Indonesia dengan Laos. Selain itu, kedatangan Menlu Laos dalam rangka pertemuan ke-5 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC).

Menurut Retno Selain peringatan hubungan, pertemuannya dengan Menlu Laos membahas sejumlah isu yang menjadi fokus kedua negara. Penjajakan kerjasama dalam bidang ekonomi dengan melibatkan PT Pertamina dan PT Pindad.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, nilai perdagangan antara Indonesia dan Laos periode Januari hingga April 2017 sebesar USD4,52 juta. Naik dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya senilai USD3,5 juta. Total perdagangan tahun 2016 sekitar USD 10,071 juta. Investasi Indonesia di Laos pun terbilang lancar, tercatat saat ini nilainya mencapai USD1,1 juta.

Di bidang sosial dan budaya, Laos dan Indonesia menjalin kerjasama di sektor pendidikan, transportasi dan pariwisata. Kegiatan pemuda dan olahraga juga mendapatkan perhatian khusus.

Untuk bidang pendidikan, sejak 2006-2016, Pemerintah RI telah memberikan sejumlah beasiswa dan pelatihan teknis kepada WNI Laos. Diantaranya beasiswa Darmasiswa untuk 51 orang, beasiswa program S2 untuk 58 orang, beasiswa seni dan budaya Indonesia kepada 10 orang, ASEAN+3 untuk empat orang, pelatihan teknis di berbagai bidang kepada 166 orang. Pelatihan teknis berbagai bidang, mencakup pelatihan ukir kayu, membatik, budidaya ikan lele, pelatihan silat, kempo, menari dan bermain angklung.

Saleumxay mengatakan pertemuannya dengan Retno untuk bertukar pandangan tentang isu global dan regional. Membahas kondisi keamanan dan pertahanan negara di kawasan Asean termasuk juga soal terorisme dan kejahatan transnasional.




Jurnalis Video: Irsyan Hasyim
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra