Sabtu, 19 Agustus 2017

Pundi-Pundi dari Alam Bahari Kabupaten Bintan

TEMPO.CO, Jakarta: Kawasan wisata terpadu Lagoi ini merupakan bukti keseriusan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menggarap pariwisata, khususnya wisata bahari. Kawasan wisata Lagoi yang dikelola PT Bintan Resort Cakrawala oti seluas sekitar 23 ribu hektare, terletak di sisi utara Kabupaten Bintan.
Dengan modal garis pantai sepanjang 966 kilometer, sekitar 60 persen dari Rp 987 miliar pendapatan Bintan disumbangkan sektor pariwisata, dengan jumlah kunjungan turis asing asal Singapura sekitar 86 ribu dan sekitar 60 ribu turis Cina.
Kepala Dinas Penanaman Modal Hasfarizal Handar menjelaskan kehadiran kawasan itu adalah simpul penting yang menarik investor di sektor turisme datang ke Bintan.

Sementara itu, Wakil Bupati Dalmasri Syam mengatakan pemodal, khususnya dari Singapura, rela mengucurkan duit ke daerahnya karena alternatif sektor investasi di Singapura relatif terbatas pada bidang jasa.

Untuk mendukung kemudahan investor dalam berinvestasi, Kabupaten Bintan menerapkan birokrasi perizinan yang ringkas. Sejak tahun 2008, dibentuklah Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja. Dinas Penanaman Modal ikut memangkas waktu pengurusan dokumen.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Bintan mulai mendorong arus permodalan mengalir deras ke Bintan. Salah satunya PT Bintan Hotel Utama yang merupakan investor pengelola kawasan Lagoi. Luas area yang mereka kelola mencapai 338 hektare, termasuk situs rekreasi Crystal Lagoon – kolam raksasa sepanjang 800 meter serta luas permukaannya setara dengan 50 kali ukuran kolam renang standar olimpiade.

Selain sektor wisata, Kabupaten Bintan mempunyai potensi perikanan di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, sekitar 40 kilometer dari Lagoi. Memang tidak semolek pariwisata, menurut catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Bintan, industri perikanan tangkap tumbuh secara konstan sekitar 16 persen saban tahun. Namun hingga saat ini, belum ada pemodal asing yang berminat berinvestasi di sektor perikanan.

Jurnalis Video: Nurdiansah
Reporter: Tim Redaksi Majalah TEMPO
Editor: Ngarto Februana