Sabtu, 19 Agustus 2017

Toko Oen Semarang, Rumah Makan Nostalgia Ala Kolonial

TEMPO.CO, Semarang: Keberadaan Toko Oen di Jalan Pemuda Semarang dikenal sebagai rumah makan nostalgia bagi wisatawan asing terutama turis Belanda. Bangunan dan menu makanannya rumah makan ini masih mempertahankan seperti pada masa kolonial. Sajian menu Poffertjes, Kroket, Kue Ganjel Rel, Macaroni Sschotel, dan Bitterballen masih bisa dipesan di rumah makan tersebut.

Setiap akhir pekan jumlah wisatawan asing yang mampir ke toko panganan ini biasanya meningkat. Seperti pada siang ini, 16 wisatawan dari berbagai negara Eropa ini mampir untuk menikmati menu yang ada di rumah makan tersebut. Rombongan wisatawan ini beristirahat setelah mengikuti citytour dengan becak ke sejumlah obyek wisata seperti Klenteng Sampokong dan Gedung Lawangsewu.

Rumah makan yang didirikan pada 1936 oleh keluarga Oen saat ini dikelola oleh Yenny Megaputri, generasi ketiga dari pendiri Ny Liem Gien Nio. Mereka mempertahankan menu aslinya sebagai Restoran dan ice cream. Jadi selain roti, ada menu andalan tutti frutti ice crem dan Symphoni ice cream yang menjadi favorit pelanggan.

Jurnalis Video : Budi Purwanto
Editor/Narator : Dwi Oktaviane
Musik Ilustrasi : Good Starts - Jingle Punks YouTube Audio Library